Thursday, January 22, 2015

Mgr. Antonius Thijssen,SVD



Tanggal 12 Januari 1973 Mgr.Antonius Tjisen,SVD diangkat menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Denpasar. Mgr. Tijsen lahir di Baarle Belanda 26 Mei 1906 dan tanggal 8 September 1925 masuk novisiat SVD di Helvoirt Belanda. Mengucapkan kaul kekal sebagai biarawan SVD tahun 1931 dan tanggal 31 Januari 1932 ditahbiskan sebagai imam. Tahun 1932 – 1934 mengajar di Seminari Menengah Uden Belanda.
Tahun 1934 ia tiba di Indonesia dan berkarya di Larantuka sampai tahun 1937. Ia dipercayakan sebagai dosen dan prefek Seminari Tinggi pertama di Mataloko, yang kemudian pindah ke Ledalero pada tahun 1938. Tugas ini diembannya sampai tahun 1942.Tahun 1942-1945 ia ditawan Jepang dan dipenjarakan di Makasar Sulawesi selatan. Tahun 1946 ia kembali ke Flores dan bertugas sebagai dosen dan prefek Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Tahun 1947 ia diangkat menjadi regional wilayah Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba dan Flores. Tanggal 3 Mei 1951 ia diangkat oleh Tahta Suci sebagai Uskup Ende. Tanggal 3 Januari 1961, Mgr. Antonius Tijsen, SVD dipindahkan ke Larantuka sebagai Uskup Larantuka. Dan sejak 12 Januari 1973 sampai 1981 diangkat menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Denpasar.
Dalam memimpin Keuskupan Denpasar Mgr. Tijsen menghadapi banyak tantangan baik dari dalam Gereja sendiri maupun dari luar. Dari dalam gereja sendiri misalnya kerja sama dengan pembantu-pembantu yakni pastor. Dari luar misalnya dengan pemerintah dan penganut-penganut agama lain.Uskup Thjisen sangat mendorong para imam untuk belajar bahasa Bali dan Sasak, memperdalam agama, kesenian dan kultur daerah setempat.
Di masa kegembalaan Mgr. Thjisen karya pendidikan dan kesehatan juga terus ditingkatkan. Pembangunan gereja dan kapel pun dilakukan.Usaha untuk membangun Gereja Katedral dimulai pada masa kegembalaan Mgr. Antonius Tijsen,SVD. Pada tahun 1961, Mgr. Paulus Sani Kleden,SVD telah membeli tanah seluas satu hektar berlokasi di Jl. PB Sudirman, sebelah selatan Fakultas Ekonomi Udayana. Rencana pembangunan Gereja Katedral tidak dilanjutkan karena berbagai alasan eksternal gereja.
Sampai Mgr. Antonius Tijssen,SVD menyerahkan tongkat kegembalaan kepada penggantinya Mgr. Vitalis Djebarus,SVD, pembangunan Gereja Katedral belum terwujud. Tanggal 7 Juni 1982 Mgr. Anton Tijsen,SVD meninggal di RKZ Vinsensius Surabaya dan tanggal 9 Juni 1982 dimakamkan di Palasari. Mgr.Tijsen seorang misionaris besar, besar dalam karya, besar dalam cinta, besar dalam doa dan besar dalam penderitaan.

No comments:

Post a Comment