Saturday, January 24, 2015

Rm. Kristianus Ratu, SVD




P. Kristianus Ratu, SVD begitu nama lengkapnya, dan biasa disapa dengan Pater Kris. Lahir di Watuneso Ende-Flores, 16 Agustus 1966. Anak ke lima dari enam bersaudara.. Riwayat pendidikannya terbilang lancar, tamat SD tahun 1978,  lulus SMP tahun 1982 dan  menamatkan  SMA tahun1985. Selanjutnya, beliau ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang imam dengan meneruskan pendidikan di Seminari “Stella Maris”Bogor, dan lulus tahun 1989. Beliau memilih  mejadi seorang biarawan misionaris dan masuk novisiat SVD Batu, bersama dengan ke-13 novis angkatannya. Pada waktu itu, para novis tahun kedua sudah harus kuliah di STFT.  Kaul pertama tahun 1990 dan selanjutnya diijinkan untuk mengikrarkan kaul kekal di tahun 1996, tahbisan diakon tahun 1997, dan tanggal 23 September 1997 beliau ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah dengan motto: Segala Jalan Tuhan Adalah Kasih Setia dan Kebenaran.
Beliau mendapat penempatan di Provinsi SVD Jawa, dimulai di Palasari, Bali selama 2 tahun menjadi Pastor Rekan. Tahun 2000 ia menjabat sebagai Pastor Paroki “St. Theresia” Tangeb dan terhitung 2001–2008 sebagai Pastor Paroki “Tritunggal Maha Kudus”  Tuka. Tahun 2009– sampai sekarang, ia bertugas sebagai Pastor Paroki Gereja Katedral “Roh Kudus” Denpasar. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar 2000-2001,dan Wakil Deken Bali Timur 2003-2007, selanjutnya tahun 2009–sekarang menjabat sebagai Deken Bali Timur.
Beliau sangat tertarik dengan pastoral keluarga dan pendidikan. Untuk itu, beliau terlibat aktif membina kursus perkawinan, dan mengajar di SMA “Soverdi” Tuban dan SMA “St. Thomas Aquinas” Tangeb. Kegiatan kaderisasi kaum muda sangat diperhatikan untuk menyiapkan orang muda agar menjadi orang yang tangguh dan tanggap dengan latihan dasar kepemimpinan, latihan managerial, organisasi dan Katolisitas.
Dalam merefleksikan karisma Serikat, beliau menyatakan bahwa kekompakan internasionalitas persaudaraan tidak hanya dalam tataran teori saja, tetapi harus ada pada tataran nyata. Idealnya kita bisa bergaul dengan semua orang, baik itu dari suku, lapisan masyarakat, adat yang berbeda. Spiritualitas persaudaraan ini hendaknya menjadi roh penggerak dalam paroki dan rumah/komunitas kita, sehingga terciptalah kerukunan dan persatuan serta persaudaraan yang kuat diantara umat se-paroki dan juga di antara sama saudara kita.
“Sungguh bangga menjadi SVD,” demikian ujarnya; karena ia bisa mengalami persaudaran yang sungguh diinspirasikan oleh persatuan relasi Allah  Tritunggal Maha Kudus. Dalam semangat tema Kapitel Jenderal XVII, dikatannya bahwa hendaknya kita menjadi jembatan persaudaraan bagi orang miskin, keluarga, kesenjangan antara orangtua dan orang muda. Dalam berbagai situasi, kita tidak bersikap pro kepada yang satu, dan anti dengan yang lain. Meraka adalah umat kita, umat Allah yang satu dan bersaudara. Kita membawa roh persaudaraan, semangat Allh Tritunggal yang mempersatukan dan mengayomi semuanya. Trimakasih. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Katedral Roh Kudus, Jl. Tukad Musi No 1 Renon Denpasar Telp: (0361) 241303 Fax: (0361) 261168.***Br. Alexander Hery Irwanto, SVD

1 comment:

  1. Anak laki2 saya di baptis beliau thn 2002 lalu, semoga Tuhan selalu memberkati Romo Kris

    ReplyDelete